believe in YOU
A simple thing of the baby is being laugh when you lift them up on the air because they're trust you will certainly catch them.[Teladan dari seorang bayi adalah dia akan tertawa saat kamu melambungkan mereka ke udara karena dia percaya kamu pasti akan menangkapnya.] itulah percaya ^^
Thursday, June 20, 2024
Tuesday, March 27, 2012
GoodBye Lyric (ost. Sad Movie)
salah satu film korea yang menyentuh dan bikin nangis setengah hidup!! nih lirik lagunya.. :)
Good Bye :: Jang Pil Soon
[from Sad Movie OST]
Korea version
Goodbye
Geuh deh dduh nah gahl
dden sohn heun deul
myuh goodbye
Han gah ro oon poong
gyung sohk eh oori dool
eun eeh jeh…
Pyung hwa rohp geh bo il
gguh yah
Ah reum dahp geh bo il
gguh yah
Ddeh mah chim bi sso dah
jeel deut bah rahm ee boo
ruh oh neh
Cha cheum cha cheum
muhl lee muhl lee muhl
uh juh ga neun oori
Neh sarang, goodbye…
Good Bye :: Jang Pil Soon
[from Sad Movie OST]
Korea version
Goodbye
Geuh deh dduh nah gahl
dden sohn heun deul
myuh goodbye
Han gah ro oon poong
gyung sohk eh oori dool
eun eeh jeh…
Pyung hwa rohp geh bo il
gguh yah
Ah reum dahp geh bo il
gguh yah
Ddeh mah chim bi sso dah
jeel deut bah rahm ee boo
ruh oh neh
Cha cheum cha cheum
muhl lee muhl lee muhl
uh juh ga neun oori
Neh sarang, goodbye…
English Version
Friday, October 14, 2011
Lirik Ost Twins DISGUISE
OST. Twins - Disguise By Lene Marlin
Have you ever felt some kind of emptiness inside
You will never measure up, to those people you
Must be strong, can’t show them that you’re weak
Have you ever told someone
something That’s far from the truth
Let them know that you’re okay
Just to make them stop All the wondering, and questions they may have
I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come
Have you ever seen your face, In a mirror there’s a smile
But inside you’re just a mess, You feel far from good
Need to hide, coz they’d never understand
Have you ever had this wish, of being Somewhere else
To let go of your disguise, all your worries too
And from that moment, then you see things clear
I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come
Are you waiting for the day
When your pain will disappear
When you know that it’s not true
What they say about you
You could not care less about the things
Surrounding you… Ignoring all the voices from the walls
I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you Still we don’t know what’s yet to come
I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come…
Still we don’t know what’s yet to come…
Still we don’t know what’s yet to come…
Have you ever felt some kind of emptiness inside
You will never measure up, to those people you
Must be strong, can’t show them that you’re weak
Have you ever told someone
something That’s far from the truth
Let them know that you’re okay
Just to make them stop All the wondering, and questions they may have
I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come
Have you ever seen your face, In a mirror there’s a smile
But inside you’re just a mess, You feel far from good
Need to hide, coz they’d never understand
Have you ever had this wish, of being Somewhere else
To let go of your disguise, all your worries too
And from that moment, then you see things clear
I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come
Are you waiting for the day
When your pain will disappear
When you know that it’s not true
What they say about you
You could not care less about the things
Surrounding you… Ignoring all the voices from the walls
I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you Still we don’t know what’s yet to come
I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come…
Still we don’t know what’s yet to come…
Still we don’t know what’s yet to come…
Thursday, August 11, 2011
Kekuatan Sikap Pemaaf
Dari buku Chicken Soup for the Unsinkable Soul
Kisah – kisah Inspiratif tentang Mengatasi Tantangan Hidup
Jack Canfield
Mark Victor Hansen
Heather McNamara
Pabila kau sabar ketika sedang marah, kau akan terhindar dari hari berkabung seratus hari.
Pepatah Cina
Pada tahun 1974, ketika sedang berjalan kaki pulang ke rumah pada hari terakhir sebelum liburan Natal, aku dengan semangat membayangkan masa libur itu sebagaimana yang dapat didambakan oleh seorang anak sepuluh tahun. Bebrapa rumah dari tempat tinggalku di Coral Dables, Florida, seorang pria datang padaku dan bertanya apakah aku bersedia membantunya mendekorasi unutk sebuah pesta yang akan diadakan untuk ayahnya. Karenan mengira ia teman ayahku, aku bersedia ikut bersamanya.
Yang tidak ku kerahui saat itu ialah bahwa ia pernah bermasalah dengan keluargaku. Ia pernah dipekerjakan sebagai peawat yang mengurus keperluan sehari – hari keperluan kerabat kami yang sudah jompo, tetapi belakangna ia dipecat karna sering mabuk – mabukan.
Sesudah aku menyetujui ajakannya unutk pergi bersamanya, ia membonceng aku dengan motor ke rumahnya di sebuah tempat terpencil di bagian utara Miami. Namun, tiba – tiba ia berhenti di tepi jalan dan memukul dadaku beberapa kali dengan sebatang besi pemecah es. Kemudian ia memaksaku lagi naik ke motornya dan membawaku ke Florida Everglades, menyeretku ke semak – semak, dan di sana ia menembak kepalaku dan meninggalkan aku.
Untungnya, stelah menembus bola mataku peluru itu keluar lewat kening sebelah kanan tanpa menyebabkan kerusakan otak. Ketika aku sadar enam hari kemudian, aku tidak ingat bahwa aku telah ditembak. Aku duduk di pinggir jalan sampai ditemukan oleh seseorang yang tergerak menolongku.
Dua pekan kemudian, aku menerangkan cirri orang yang telah menganiayaku kepada seorang pelukis polisi, dan dari potret wajah yang tergambar, pamanku dapat mengenalinya. Penjahat itu dibawa kepadaku, bersama beberapa tersangka lain. Akan tetapi, trauma dan ketegangan menjadikan segalanya kacau, sehingga aku tidak dapat memastikan mana orang yang telah menyiksaku. Lebih sial lagi, polisi tidak menemukan bukti fisik untuk mengaitkan orang itu dengan kejahatan yang telah diperbuatnya, sehingga ia bebas dari hukuman.
Penjahat itu membuat mata kiriku buta, tetapi cedera lain tidak ada, dan dengan dukungan dari keluarga dan teman- temanku, aku kembali ke sekolah dan melanjutkan hidupku.
Selama 3 tahun setelah kejadian itu, aku tidak pernah lepas dari siksaan kecemasan. Hamper setiap malam aku terbangun dengan ketakutan, merasa seseorang masuk lewat pintu belakang, sehingga aku sering meminta untuk diperbolehkan tidur dengna orang tuaku.
Kemudian ketika usiaku 13 tahun, segalanya berubah. Pada suatu malam, ketika sedang mendalami Alkitab bersama remaja – remaja gereja, aku sadar bahwa berkat perlindungan dan kasih Tuhan, secara ajaib aku tetap hidup, dan ini menjadi landasan bagiku untuk merasa aman. Dalam tangan – tanganNya, aku dapat hidup tanpa rasa takut dan dendam. Maka begitulah aku. Aku berhasil menyelesaikan sekolahku, mendapat gelar bachelor , kemudian master dalam bidang teologi. Aku menikah dengna seorang wanita istimewa, Leslie. Kami dikaruniai dua putrid cantik, Amanda dan Melodee.
Dalam bulan September 1996, Mayor Charles Scherer dari Kepolisian Coral Gables, yang dahulu pernah menyelidiki kasusku, bahwa penjahat yang kini berusia tujuh puluh tujuh tahun telah mengaku. Dalam keadaan buta karena glaucoma, sakit – skitan, tanpa keluarga dan teman, ia dirawat di sebuah panti jompo di North Miami Beach. Aku mengunjungi dia di sana.
Ketika pertama kali aku menjenguknya, ia meminta maaf atas perbuatan yang pernah dilakukannya padaku, dan aku mengatakan kepadanya bahwa aku telah memaafkannya. Aku menjenguknya berkali – kali setelah itu, memperkenalkannya kepada istri dan anak – anakku, menawarkan pengharapan dan sedikit penghiburan dengan memberinya suasana kekeluargaan sebelum ajal menjemputnya.ia selalu gembira setiap kali aku datang. Aku percaya bahwa persahabatan kami mengurangi kesepiannya dan memberinya kelegaan luar biasa setelah menjalani dua puluh dua tahun penuh penyesalan.
Aku tau dunia mungkin memandangku sebagai korban sebuah tragedy mengerikan, tetapi aku memandang diri sendiri sebagai “korban” sejumlah mujizat. Kenyataan bahwa aku masih hidup dan tidak menderita cacat mental sangat beertentangan dengan dugaan banyak orang. Aku dikaruniai istri yang penyayang dan keluarga bahagia. Aku memperoleh banyak dari yang bisa didapatkan oleh orang lain – ditambah seji=umlah peluang yang berlimpah. Aku orang yang begitu banyak menerima anugerah.
Dan sementara banyak orang tak ahbis piker mengapa aku memaafkannya, aku sendiri berpandangan bahwa aku tidak dapat tidak memaafkannya. Jika aku memilih untuk membencinya selama ini, atau menghabiskan hidupku dalam upaya balas dendam, mungkin aku tidak menjadi orang seperti adanya aku hari ini – yang memiliki istri dan anak – anak yang mencintaiku.
Chris Carrier
Dikirimkan oleh Katy McNamara
Kisah – kisah Inspiratif tentang Mengatasi Tantangan Hidup
Jack Canfield
Mark Victor Hansen
Heather McNamara
Pabila kau sabar ketika sedang marah, kau akan terhindar dari hari berkabung seratus hari.
Pepatah Cina
Pada tahun 1974, ketika sedang berjalan kaki pulang ke rumah pada hari terakhir sebelum liburan Natal, aku dengan semangat membayangkan masa libur itu sebagaimana yang dapat didambakan oleh seorang anak sepuluh tahun. Bebrapa rumah dari tempat tinggalku di Coral Dables, Florida, seorang pria datang padaku dan bertanya apakah aku bersedia membantunya mendekorasi unutk sebuah pesta yang akan diadakan untuk ayahnya. Karenan mengira ia teman ayahku, aku bersedia ikut bersamanya.
Yang tidak ku kerahui saat itu ialah bahwa ia pernah bermasalah dengan keluargaku. Ia pernah dipekerjakan sebagai peawat yang mengurus keperluan sehari – hari keperluan kerabat kami yang sudah jompo, tetapi belakangna ia dipecat karna sering mabuk – mabukan.
Sesudah aku menyetujui ajakannya unutk pergi bersamanya, ia membonceng aku dengan motor ke rumahnya di sebuah tempat terpencil di bagian utara Miami. Namun, tiba – tiba ia berhenti di tepi jalan dan memukul dadaku beberapa kali dengan sebatang besi pemecah es. Kemudian ia memaksaku lagi naik ke motornya dan membawaku ke Florida Everglades, menyeretku ke semak – semak, dan di sana ia menembak kepalaku dan meninggalkan aku.
Untungnya, stelah menembus bola mataku peluru itu keluar lewat kening sebelah kanan tanpa menyebabkan kerusakan otak. Ketika aku sadar enam hari kemudian, aku tidak ingat bahwa aku telah ditembak. Aku duduk di pinggir jalan sampai ditemukan oleh seseorang yang tergerak menolongku.
Dua pekan kemudian, aku menerangkan cirri orang yang telah menganiayaku kepada seorang pelukis polisi, dan dari potret wajah yang tergambar, pamanku dapat mengenalinya. Penjahat itu dibawa kepadaku, bersama beberapa tersangka lain. Akan tetapi, trauma dan ketegangan menjadikan segalanya kacau, sehingga aku tidak dapat memastikan mana orang yang telah menyiksaku. Lebih sial lagi, polisi tidak menemukan bukti fisik untuk mengaitkan orang itu dengan kejahatan yang telah diperbuatnya, sehingga ia bebas dari hukuman.
Penjahat itu membuat mata kiriku buta, tetapi cedera lain tidak ada, dan dengan dukungan dari keluarga dan teman- temanku, aku kembali ke sekolah dan melanjutkan hidupku.
Selama 3 tahun setelah kejadian itu, aku tidak pernah lepas dari siksaan kecemasan. Hamper setiap malam aku terbangun dengan ketakutan, merasa seseorang masuk lewat pintu belakang, sehingga aku sering meminta untuk diperbolehkan tidur dengna orang tuaku.
Kemudian ketika usiaku 13 tahun, segalanya berubah. Pada suatu malam, ketika sedang mendalami Alkitab bersama remaja – remaja gereja, aku sadar bahwa berkat perlindungan dan kasih Tuhan, secara ajaib aku tetap hidup, dan ini menjadi landasan bagiku untuk merasa aman. Dalam tangan – tanganNya, aku dapat hidup tanpa rasa takut dan dendam. Maka begitulah aku. Aku berhasil menyelesaikan sekolahku, mendapat gelar bachelor , kemudian master dalam bidang teologi. Aku menikah dengna seorang wanita istimewa, Leslie. Kami dikaruniai dua putrid cantik, Amanda dan Melodee.
Dalam bulan September 1996, Mayor Charles Scherer dari Kepolisian Coral Gables, yang dahulu pernah menyelidiki kasusku, bahwa penjahat yang kini berusia tujuh puluh tujuh tahun telah mengaku. Dalam keadaan buta karena glaucoma, sakit – skitan, tanpa keluarga dan teman, ia dirawat di sebuah panti jompo di North Miami Beach. Aku mengunjungi dia di sana.
Ketika pertama kali aku menjenguknya, ia meminta maaf atas perbuatan yang pernah dilakukannya padaku, dan aku mengatakan kepadanya bahwa aku telah memaafkannya. Aku menjenguknya berkali – kali setelah itu, memperkenalkannya kepada istri dan anak – anakku, menawarkan pengharapan dan sedikit penghiburan dengan memberinya suasana kekeluargaan sebelum ajal menjemputnya.ia selalu gembira setiap kali aku datang. Aku percaya bahwa persahabatan kami mengurangi kesepiannya dan memberinya kelegaan luar biasa setelah menjalani dua puluh dua tahun penuh penyesalan.
Aku tau dunia mungkin memandangku sebagai korban sebuah tragedy mengerikan, tetapi aku memandang diri sendiri sebagai “korban” sejumlah mujizat. Kenyataan bahwa aku masih hidup dan tidak menderita cacat mental sangat beertentangan dengan dugaan banyak orang. Aku dikaruniai istri yang penyayang dan keluarga bahagia. Aku memperoleh banyak dari yang bisa didapatkan oleh orang lain – ditambah seji=umlah peluang yang berlimpah. Aku orang yang begitu banyak menerima anugerah.
Dan sementara banyak orang tak ahbis piker mengapa aku memaafkannya, aku sendiri berpandangan bahwa aku tidak dapat tidak memaafkannya. Jika aku memilih untuk membencinya selama ini, atau menghabiskan hidupku dalam upaya balas dendam, mungkin aku tidak menjadi orang seperti adanya aku hari ini – yang memiliki istri dan anak – anak yang mencintaiku.
Chris Carrier
Dikirimkan oleh Katy McNamara
Friday, July 15, 2011
pertemananku dan dia >> gokil coy :D
mewi..... susan.....
“Sahabatkulah yang membuat kisah hidupku, dengan berbagai cara mereka telah mengubah kekuranganku menjadi kelebihan yang mengagumkan, dan membuatku mampu berjalan dengan tenang dan bahagia dalam bayang-bayang kepedihanku.” (Helen Keller, 1880-1968)
“Persahabatan tidak akan berkurang karena jarak dan waktu, karena hukuman atau perang, karena penderitaan atai keheningan. Dalam hal seperti inilah persahabatan berakar dengan kuatnya.” (Pam Brown, 1928)
mungkin ini kaii yah yg pantas untuk ku ucapkan... :)
ingat tidak waktu kita ke gereja bersama..pas LKP.?? kita tidur bareng..ketawa ketiwi bareng.. :)) blum lagi kita lirik2 kakak pembimbing di sana..hahahahahaha
trus kamu ingat gak waktu sebelum saya balik ke Toraja pas kalian tinggal berlima di rumah.?? kita ketawa trus sepanjang hari di sofa.. sambil coba - coba segala macam aplikasi twitter dan fb..trus kita temukan aplikasi buat update status di fb via iphone..?? senang skali rasanya bisa tipu mereka..hahahaha sok sok pake iphone gitu.padahal cuma aplikasi..hahahahahaha..sampai akhirnya kamu tertidur di sofa merah itu... kamu tau gak..saya jagain kamu jaangan sampai ada orang yg datang trus kagetin kamu krn kamu tidurnya deket banget sama pintu... :)
trus kamu ingat gak pas kita abis natalan di JBr.?? kita pulangnya naik taxi trus foto2 kyk orang kampungan di atas taxi..hahahahahaha begonya kita waktu itu...
tau gak,,? waktu mo balik ke Toraja..sebenarnya hati ini ingin menangis..tapi tertahan.. berharap kamu gak liat.. :(
walaupun kamu sedikit egois dan suka cubit badanku sana sini tapi itulah kamu.. saya justru menemukan sesuatu di balik pribadi kamu..
aduh..sumpah yah..gak tau mo bilang apa lagi... sya masih ingat sekali kado dari kalian waktu saya ulang tahun..gantungan hape dengan huruf S warna biru..tali hape warna biri yg skarang ku gantung di flashdisk ku..dan sepasang tali bra warna biru..hihihi..masih ada kok.. :)
ingat gak klo kita berdua ngomong pake logat ala org ibu kota..lo lo gue gitu..hahahaha
kita tuh bego kalii yah..hahahahaha smua apa2 bisa jadi bahan tawaan...hihihihihi
tapi itulah persahabatan kita...
gak peduli begonya kita..gak peduli orang mo ngomong kita sotoy ato apalah..kita yah kita.. hahahahahahahahahahaha
tunggu posting selajutnya.. ^_______^
Wednesday, November 10, 2010
my soul...my breath...my life...my MOM
Doa Utuk Ibu...
kau memberikanku hidup...
kau memberikanku kasih sayang...
tulusnya cintamu,, putihnya kasihmu,,
takkan pernah terbalaskan...
hangat dalam dekapanmu,,
memberikan aku kedamaian...
eratnya pelukmu,, nikmatnya belaimu,,
takkan pernah terlupakan...
ooh' ibu terima kasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai,,
tulus cintamu takkan mampu untuk terbalaskan...
ooh' ibu semoga Tuhan memberikan kedamaian dalam hidupmu,,
putih kasihmu kan abadi dalam hidupku...
copas from Reinhard Ugi on Friday, October 8, 2010 at 3:12 pm
my proud.....
tidak diragukan lagi...
kasih sayang yang diberikan seorang ibu tidak akan pernah tertandingi oleh siapa pun di dunia ini...
kadang aku melihat pada teman - teman ku yang sudah tidak memiliki ibu...kira - kira apa yang ada dalam pikiran mereka saat mendengar nama ibu disebutkan...sedih kah mereka...teringat kah mereka...atau mungkin bahkan tidak peduli sama sekali...
hal ini membuatku sadar...betapa beruntungnya aku memiliki ibu sepertinya...
satu hal yang sangat ku banggakan darinya adalah Kesabaran yang tidak ada batasnya...
dia memeluk kemarahan ku...merangkul kesedihanku...
dukaku adalah dukanya...bahagiaku bahagianya...
walaupun terkadang aku merasa tidak diperhatiikan...tapi jauh di lubuk hatinya "kasih sayangku tidaka akan pudar untukmu"...
lalu bagaimana jika aku melakukan kesalahan di hadapannya..???
kesalahan sebesar apapun yang ku lakukan hanya seperti peluh di jidatnya...
menetes...menghalangi pandangannya...di usap dengan lembut akan hilang dan pandangannya pun bersih lagi...
tak butuh kata maaf yang berlebihan...tak butuh rayuan berlebihan...
tak kan pernah akan di sia - siakan...
big love 4 u Mom....^^
kau memberikanku hidup...
kau memberikanku kasih sayang...
tulusnya cintamu,, putihnya kasihmu,,
takkan pernah terbalaskan...
hangat dalam dekapanmu,,
memberikan aku kedamaian...
eratnya pelukmu,, nikmatnya belaimu,,
takkan pernah terlupakan...
ooh' ibu terima kasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai,,
tulus cintamu takkan mampu untuk terbalaskan...
ooh' ibu semoga Tuhan memberikan kedamaian dalam hidupmu,,
putih kasihmu kan abadi dalam hidupku...
copas from Reinhard Ugi on Friday, October 8, 2010 at 3:12 pm
my proud.....
tidak diragukan lagi...
kasih sayang yang diberikan seorang ibu tidak akan pernah tertandingi oleh siapa pun di dunia ini...
kadang aku melihat pada teman - teman ku yang sudah tidak memiliki ibu...kira - kira apa yang ada dalam pikiran mereka saat mendengar nama ibu disebutkan...sedih kah mereka...teringat kah mereka...atau mungkin bahkan tidak peduli sama sekali...
hal ini membuatku sadar...betapa beruntungnya aku memiliki ibu sepertinya...
satu hal yang sangat ku banggakan darinya adalah Kesabaran yang tidak ada batasnya...
dia memeluk kemarahan ku...merangkul kesedihanku...
dukaku adalah dukanya...bahagiaku bahagianya...
walaupun terkadang aku merasa tidak diperhatiikan...tapi jauh di lubuk hatinya "kasih sayangku tidaka akan pudar untukmu"...
lalu bagaimana jika aku melakukan kesalahan di hadapannya..???
kesalahan sebesar apapun yang ku lakukan hanya seperti peluh di jidatnya...
menetes...menghalangi pandangannya...di usap dengan lembut akan hilang dan pandangannya pun bersih lagi...
tak butuh kata maaf yang berlebihan...tak butuh rayuan berlebihan...
tak kan pernah akan di sia - siakan...
big love 4 u Mom....^^
Subscribe to:
Comments (Atom)


